Imbas Dari Berkurangnya Populasi Orangutan Bagi Alam

pariwisatasulut.com – Menyusutnya populasi orangutan sebanding lempeng secara menyusutnya komunitas untuk orangutan. Menyusutnya komunitas orangutan berbentuk rimba hujan tropika membuat orangutan kesukitan untuk hidup dan berkembang biak karena kehilangan sumber makanan dan tempat hidupnya. Mengakibatkan jika orangutan makin lama populasinya akan menyusut karena tidak ada sumber makanan (ini yang terpenting). Disamping itu pemburuan orangutan yang masif ikut kurangi populasi orangutan.

Imbas dari menyusutnya populasi orangutan ialah menyusutnya agen dispersal (penebar) biji tumbuhan rimba. Orangutan adalah hewan omnivora yang bisa makan tumbuhan atau hewan. Makanan khusus orangutan ialah buah-buahan yang ada di rimba. Buah-buahan itu biasanya memiliki biji. Biji yang ada pada buah yang dikonsumsi orangutan bisa menyebar jauh dari pohonnya karena buah itu dibawa orangutan untuk dikonsumsi. Bijinya yang kebuang di sepanjang perjalanan orangutan, tumbuh dalam sekian hari selanjutnya jadi tumbuhan baru. Ada agen dispersal (penebar) biji ikut menolong kelangsungan rimba hujan tropika karena biji yang tumbuh jadi pohon nantinya bisa jadi komunitas untuk beragam organisme atau sumber pakan pada buahnya. Bila tidak ada agen dispersal itu, karena itu biji pohon yang terdapat cuma tumbuh disekitaran pohonnya saja hingga susah untuk temukannya pada bagian lain pada rimba. Ini makin lama akan kurangi keberagaman hayati di rimba. Disamping itu biji yang tumbuh di dekat pohonnya dengan jumlah banyak bisa memacu persaingan akan air, nutrien, dan sinar hingga bisa mengecilkan kesempatan biji agar dapat berkembang dan tumbuh.

Baca Juga : Sumber Daya Alam Melimpah Jadi Petaka Buat Papua

Orangutan Kalimantan Terancam Musnah

Orangutan Kalimantan ( Pongo Pygmaeus ) adalah satwa epidemik yang hidup di wilayah rimba hujan tropis di pulau Kalimantan yang populasinya sedikitnya dan alami teror kemusnahan. Di sekitar komunitasnya, primata ini lebih banyak dicari karena dipandang hama dan dijualbelikan dengan illegal. Lalu apa yang dapat dilaksanakan membuat perlindungan spesies ini?

Populasi orangutan makin alami pengurangan karena rusaknya komunitas, karena pembalakan rimba, kebakaran rimba dan tempat karena peristiwa cuaca seperti badau El Nino dan musim kering berkelanjutan dan ciutnya luas rimba di pelestarian untuk pertanian, perkebunan sampai pemukiman. Memberi pelindungan dan konservasi pada orangutan bukan kasus gampang. Pelindungan terbaik untuk orangutan ialah membuat perlindungan komunitasnya.

Sebagai usaha pengamanan populasi orangutan, pemerintahan bersama Yayasan Borneo Orangutan Survival melepaskan lagi 10 orangutan ke komunitas anyarnya di Taman Nasional Bukit Baka – Bukit Raya Kalimantan tengah. Saat sebelum dilepaskan, orangutan itu sudah melalui proses pemulihan dan reintroduksi sepanjang tahun.

Sepuluh orangutan itu terdiri dari 2 orangutan jantan dan delapan orangutan betina. Mereka dikirimkan ke Taman Nasional Bukit Baka – Bukit Raya (TNBBBR) daerah kerja Resort Roboh Hiran, Seksi Pengendalian Taman Nasional Daerah II Kasongan. https://www.pariwisatasulut.com/

Dengan pelepasliaran 10 orangutan ini, minimal 199 orangutan yang telah dilepaskan di TNBBBR semenjak 2016 lalu, Yayasan BOS bersama Pemerintahan sudah 27 kali lakukan pelepasliaran kelokasi TNBBBR dan dengan lokasi lain, Yayasan BOS sudah melepaskan 515 orangutan ke habibat aslinya di Kalimantan tengah dan Kalimantan timur dengan perincian 389 orangutan dilepaskan di Kalimantan tengah dan 126 di Kalimantan timur.

Pada realitanya, 70 % lebih orangutan hidup di luar teritori pelestarian. Karena itu Yayasan BOS kerja sama dengan faksi swasta agar tahu apakah yang harus dilaksanakan jika ada orangutan. Perselisihan perusahaan dengan satwa liar dapat menyusut bila pengetahuan pada pelindungan satwa dan komunitasnya dipunyai perusahaan. Mudah-mudahan komunitas orangutan Kalimantan selalu terlindungi dan jadi rumah yang sangat nyaman untuk orangutan.